Kutenggelamkan diri pada sebuah kertas...
Kutumpahkan emosi pada bait-bait puisi...
Segalanya kan berubah ...
Seperti halnya diri..
Aku memperjuangkan sesuatu yang tak pasti..
Ku tangisan sesuatu yang tak berarti..
Secercah harapan menerpa dinding kamar ini..
Ku tak mengharapkan lebih..
Hanya saja waktu telah mempermainkanku..
Bila saja kita tak bertegur sapa..
Mungkin kita kan bahagia bersama dengan orang lain..
Inilah akhirnya..
Akhir dari sebuah drama panjang dan melelahkan..
Akhir dari perasaan palsu...
Yang tumbuh dan berbekas..
Torehan luka yang ia tinggalkan
Dan sakit yang ia tumpuk menjadi sebuah buku....
Puisi tanpa nada hati
Kamis, 08 Maret 2018
Selasa, 06 Maret 2018
Patah hatiku
Saat ini....
Aku menangis dalam tawa...
Aku menderita dalam senyuman..
Dan bertahan dalam kesabaran..
Kala itu,,,
Ia yang melemparkan sebuah senyuman..
Ia yang menatap dengan penuh penasaran..
Dan ia yang berbicara dengan kehalusan..
Tak mungkin kulupakan detik-detik itu..
Dimana..
Ia yang menjadikan aku...
Menjadi sebuah jembatan penghantarnya menuju tujuan..
Ia yang menjadikanku alat pendekatan..
Ia yang menjadikanku bahan bercandaan..
Dan ia yang menjadikanku tameng untuk mencapai kemenangan..
Begitukah ??
Sungguh tak masuk nalar dan jangkauan pikiran..
Ia menjeratku dalam pohon kebohongan..
Hingga akhirnya ia berhasil mendekati putri raja ..
Yang tak lain adalah sahabatku sendiri...
Suka duka
Ketika hati dilindung pilu..
Tiada kata yang terucap..
Kesedihan menjelma menjadi dirinya yang lain..
Seonggah hati terdiam membisu..
Kaku.. dan mengeras bagaikan batu..
Langit pun tiada mengerti..
Hingga ia memanaskan luka ini..
Ia menjerit ketakutan..
Ia merintih kesakitan..
Namun apa daya diri...
Apa daya yang harus kulakukan ?
Obatnya pun ku tak punya..
Perlahan-lahan .....
Luka ini mulai membesar..
Bagai planet-planet yang disatikan di luar angkasa..
S
Tiada kata yang terucap..
Kesedihan menjelma menjadi dirinya yang lain..
Seonggah hati terdiam membisu..
Kaku.. dan mengeras bagaikan batu..
Langit pun tiada mengerti..
Hingga ia memanaskan luka ini..
Ia menjerit ketakutan..
Ia merintih kesakitan..
Namun apa daya diri...
Apa daya yang harus kulakukan ?
Obatnya pun ku tak punya..
Perlahan-lahan .....
Luka ini mulai membesar..
Bagai planet-planet yang disatikan di luar angkasa..
S
Senin, 05 Maret 2018
My Prince Charm
Engkau datang dengan hembusan angin yang lembut ..
Cahaya mentari bagai karpet merah yang terbentang saat engkau berlalu...
Ketika mata ini memandang,,
Benda di dalam sini berdebar begitu cepat..
Tatapan mata yang tajam..
Suara yang terkesan berat..
Dan tubuh tegak bagai prajurit..
Ia melangkah mendekat..
Tubuh ini seketika kaku tanpa rasa ..
Tanpa kata..
Yang bersuara hanyalah hati..
Menjerit meneriakkan namanya..
Tapi suaranya hanya bisa didengar oleh diriku sendiri..
Kapan aku bisa bicara lantang padanya ?
Kapan ? Dan Bagaimana ?
Ia Datang Kembali
Apa yang harus kulakukan ?
Kala hati menatap masa depan yang cerah..
Kala diri menutup sampul lama dan berpindah pada sampul baru..
Hati tak dapat Merasa.. Menentukan.. Dan Mengharapkan..
Ketika ia pergi begitu saja..
Tanpa kata dan rasa...
Ia bagaikan hilang ditelan bumi..
Lenyap ditelan sunyinya sepi..
Tapi..
Disaat kututup mata dan hati ini,,
Ia datang kembali dengan sejuta kebahagiaan..
Dan dengan penuh kepercayaan ia mengulurkan tangan..
Membawaku pada jurang masa lalu penuh impian..
Apa yang harus kulakukan ?
Kala hati menetap dilain hati,,
Kala ia pergi jauh tanpa sepatah katapun..
Langganan:
Postingan (Atom)